
White Chorus Bawa Cerita Cinta, Euforia, dan Kehilangan Lewat L.U.F.S.
September 16, 2026 | views : 2
Pernah nggak sih, lo lagi ada di tempat yang rame, lampu warna-warni di mana-mana, musik kenceng, semua orang kelihatan happy, tapi di dalam kepala malah lagi penuh banget? Kurang lebih, perasaan seperti itu yang bisa lo temukan di “L.U.F.S. — Love Under Flashing Strobe”, EP terbaru dari White Chorus.
Duo electro pop ini baru aja merilis EP terbarunya pada 2 September 2026 lalu. Berisi enam lagu, L.U.F.S. membawa pendengar melewati berbagai fase dalam sebuah hubungan, mulai dari pertemuan, euforia, keraguan, kehilangan, sampai proses menerima apa yang tersisa.
Menariknya, White Chorus memilih dunia malam sebagai benang merahnya. Ada dentuman elektronik, suasana club, lampu strobo, tapi di balik semua itu tetap ada cerita tentang perasaan yang nggak selalu semeriah suasana di dalamnya.
Sebelum L.U.F.S. dirilis secara utuh, White Chorus lebih dulu memperkenalkan single “Melayang” pada Agustus 2026 lalu. Dari judulnya aja, mungkin lo sudah bisa membayangkan perasaan yang dibawa lagu ini. Ada sensasi ketika seseorang sedang jatuh cinta dan semuanya terasa ringan. Kayak lagi berada di tempat yang tinggi, nggak benar-benar menginjak tanah, dan untuk beberapa saat dunia terasa baik-baik aja.
Tapi “Melayang” bukan cuma soal perasaan berbunga-bunga. Lagu ini menjadi semacam pintu masuk menuju dunia L.U.F.S., tempat White Chorus mempertemukan energi elektronik, suasana club, dan emosi personal. Jadi, euforianya tetap ada, tapi bukan berarti semuanya harus berakhir bahagia.
Kalau melihat keseluruhan EP-nya, “Melayang” ternyata cuma salah satu bagian dari perjalanan yang lebih panjang. Setelah “Aku dan Kamu”, pendengar diajak melewati “Terakhir”, “Melayang”, “Beri Aku Satu Tanda, Agar Hatiku Tak Selalu Meragu”, “Masih Ada”, sampai akhirnya ditutup dengan “Rayakan”. Urutan ini seperti membawa kita mengikuti sebuah hubungan dari awal sampai akhirnya harus berhadapan dengan kenyataan.
Yang bikin L.U.F.S. menarik justru kontradiksi di dalamnya. Di satu sisi, musik White Chorus terasa seperti soundtrack buat malam panjang. Bayangin lampu club, orang-orang yang berdansa, suara elektronik yang terus berdentum, dan suasana yang bikin lo lupa waktu. Tapi di sisi lain, ada cerita tentang kehilangan yang tetap ikut pulang ketika malam selesai. Karena seberisik apa pun sebuah club, rasa kehilangan tetap bisa terdengar di kepala sendiri.
White Chorus mencoba menggambarkan bagaimana sebuah hubungan bisa meninggalkan jejak bahkan setelah semuanya berakhir. Ada momen yang ingin dirayakan, ada keraguan yang terus muncul, dan ada rasa kehilangan yang ternyata nggak langsung hilang begitu saja.
Bahkan, nama L.U.F.S. sendiri punya dua makna. Secara teknis, L.U.F.S. merupakan singkatan dari “Loudness Units Full Scale”, istilah yang digunakan dalam dunia audio untuk mengukur tingkat loudness. Tapi White Chorus memberinya makna lain yang lebih personal, yaitu Love Under Flashing Strobe.
Nama tersebut rasanya memang cukup menggambarkan isi EP-nya. Karena kadang cinta memang muncul di tempat-tempat yang nggak kita duga. Bisa di tengah keramaian, di bawah lampu strobo, di antara musik yang keras, atau justru di malam ketika kita sedang berusaha melupakan seseorang.
Pada akhirnya, L.U.F.S. bukan cuma tentang jatuh cinta atau patah hati. EP ini seperti mengajak kita melihat bagaimana satu hubungan bisa meninggalkan berbagai macam rasa. Ada bahagia, ragu, kehilangan, dan juga keinginan buat merayakan kembali sesuatu yang pernah berarti. Dan mungkin itu alasan kenapa enam lagu di EP ini terasa seperti satu perjalanan yang utuh.
Jadi, kalau malam ini lo lagi pengen dengerin sesuatu yang bisa bikin kepala ikut goyang tapi hati tetap diajak mikir, coba masuk ke dunia L.U.F.S. dari White Chorus. Oh iya, nggak cuma bisa didengerin lewat streaming. White Chorus bakal tampil langsung di Cobain Evoloudroom Jakarta, 20 September 2026!
Jadi, daripada cuma membayangkan gimana rasanya Love Under Flashing Strobe, mending gas cobain langsung live performance-nya. Siapa tahu malam itu lo malah ikut “Melayang”.
Cek Berita Lainnya
Tentang artikel ini
Artikel ini masuk kategori Musik di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.
Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.
Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.


