.jpg&w=3840&q=75)
null | views : 72
Video Musik “Nyala” Sal Priadi Digarap oleh Sutradara Edwin
Lima tahun setelah album debut “Berhati” dirilis, Sal Priadi kembali menandai perjalanan musiknya dengan merilis video musik untuk salah satu lagu penting di album tersebut, “Nyala”. Momen ini berbarengan dengan hadirnya Memomemoria 2025, festival multidisiplin lanjutan dari format serupa yang sebelumnya pernah digelar di 2023.
Video musik “Nyala” digarap oleh Edwin, sutradara film yang turut berperan membawa Sal ke dunia seni peran lewat Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021). “Berhati” sendiri, yang rilis tahun 2020 dengan sebelas lagu di dalamnya, hingga kini sudah diputar lebih dari 350 juta kali, menjadikannya salah satu rilisan penting dalam perjalanan musik Sal.
Edwin bercerita bahwa proses kreatifnya untuk “Nyala” berlangsung pelan dan penuh penghayatan. Ia membiarkan lagu itu mengalun di berbagai situasi selama kurang lebih dua bulan dari pagi yang sunyi sampai hiruk pikuk jalanan hingga energi dari lagu itu mulai menuntunnya pada bentuk visual yang tepat.
“Energi yang sering muncul itulah yang saya ikuti,” kata Edwin. “Saya ingin merespon musik ini dengan tidak terburu-buru.”
Dari proses itu, muncul satu benang merah kuat: keos masa kecil. Bukan dalam arti negatif, melainkan energi liar yang spontan, berani, menolak diam, dan sering kali hilang saat kita tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih teratur dan penuh pertimbangan.
“Ini bukan soal pengalaman spesifik,” jelasnya. “Tapi tentang spontanitas, kegilaan kecil, keinginan buat rusuh dan melawan kebosanan serta kemapanan.” Selain nostalgia, ada satu kata yang jadi bahan bakar utama visualnya: cemburu. Bukan cemburu romantis belaka, melainkan rasa yang lebih luas dan manusiawi.
“Cemburu itu bukan cuma urusan cinta,” ujar Edwin. “Bisa soal ketidakadilan. Tentang merasa ditinggalkan atau dianggap nggak kompeten. Itu bisa melahirkan kemarahan cemburu yang melelahkan.” Hasilnya adalah video musik yang membuka ruang bagi penonton untuk menafsirkan dan merasakan. Bukan sekadar suguhan visual, tetapi pintu kecil menuju memori, emosi, dan mungkin bagian dari diri sendiri yang dulu pernah menyala terang sebelum perlahan meredup.
Sal merespons penjelasan panjang sang sutradara dengan singkat namun hangat. “Aku nggak perlu nambah penjelasan lagi. Semoga video musik ini bisa diterima oleh pendengar,” ujarnya.
Video musik “Nyala” sudah dapat disaksikan di channel YouTube Sal Priadi.



