
Top 3 Peserta Inkubasi Arts & Design
Juni 12, 2024 | views : 547
Industri kreatif Indonesia, khususnya arts & design telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat Evorian. Tentunya hal tersebut nggak lepas dari peran teknologi, dukungan pemerintah, banyaknya komunitas yang bermunculan, hingga berbagai acara yang fokus buat mengembangkan industri arts & design seperti Evoria 2024. Acara yang memiliki konsep care, dare , dan flare ini akhirnya mengumumkan 3 peserta yang masuk ke tahap inkubasi arts & design setelah melewati proses pemilihan yang nggak mudah. Biar lebih kenal, siapa aja top 3 peserta inkubasi yang berhasil masuk inkubasi dan akan diberikan masterclass langsung oleh para mentor keren, simak artikel berikut ini Evorian.
1. Algi Ramadhan Pangestu

Punya kisah menarik di balik keputusannya terjun ke dunia arts & design , Algi mengaku bahwa dia terjun ke industri arts & fashion karena ingin melarikan diri dari pelajaran. Dia merasa bahwa belajar hitung-hitungan bukanlah dirinya. Dia lebih senang melihat film, komik, dan mainan karakter robot daripada pelajaran. Proses pelarian inilah yang membuatnya jatuh cinta dengan dunia arts & design. Baginya untuk mendapatkan ide atau pemikiran kreatif, Algi perlu mengamati objek yang unik, mengeksplorasi melalui gambar atau sketch, bahkan melakukan eksperimen sederhana. Baginya, Dieter Rams dan Karim Rashid jadi dua desainer yang sangat menginspirasinya dalam berkarya karena begitu kuat secara estetika dan filosofi desain. Ide konsep yang Algi berikan untuk Evoria 2024 berasal dari keresahan terhadap banyaknya barang atau benda yang berserakan di rumah. Kondisi ini mengakibatkan kurangnya aktivitas fisik di rumah bagi anak-anak karena kecenderungan terhadap gadget . Sehingga Algi mengusung ide untuk membuat ide produk sederhana yang mudah digunakan, dan multifungsi.
2. Kemas M. Abdul A.S

Top peserta inkubasi ini punya fakta unik tentang dirinya terjun ke dunia arts & design. Kemas mengaku bahwa film Spiderman: Into The Spiderverse jadi alasannya tertarik untuk menggeluti dunia arts & design. Peserta inkubasi yang memiliki ketetarikan terhadap seni kontemporer ini mengaku bahwa proses kreatif yang dia lakukan tidaklah terstruktur. Dia lebih suka memikirkan ide secara langsung dibandingkan mencatat dan membuat urutan-urutan ide secara beruntun. Peserta inkubasi yang menggemari seniman Ashley Wood, Yohji Shinkawa, dan Alberto Mielgo ini berbagi tips ketika dirinya mengalami creative block. Kemas mengaku akan mundur sejenak dari semua kerjaan yang dia lakukan dan mencoba untuk menggambar secara bebas. Baginya proses menggambar ini dapat membantunya dalam menemukan ide-ide yang menarik. Di acara Evoria 2024 ini, dirinya mengaku mendapatkan konsep dan ide dalam membuat karya dari berbagai hal yang dia lihat sejak kecil seperti Tokusatsu dan Godzilla. Bagi Kemas, ide ini dikembangkan sebagai selebrasi dirinya dalam kreatiftas untuk menggabungkan pop culture yang dia sukai.
3. Aliffiar Fah Rossi

Peserta selanjutnya yang masuk ke inkubasi arts & design adalah Aliffiar Fah Rossi. Baginya, arts & design menjadi cara terbaik untuk bersosialisasi atau berkomunikasi sesama manusia tanpa memandangan status sosial. Proses kreatif yang dilakukan berawal dari keresahan atau rasa penasaran terhadap semuanya. Tak heran proses keresahan inilah yang menjadikan Aliffiar terus mencipatakan banyak karya kreatif. Saat merasa creative block, dirinya akan keluar rumah dan mencari teman untuk mengobrol agar memunculkan proses kreatifitas. Peserta inkubasi yang terinspirasi dari, Tyler The Creator, Takashi Murakami, dan Keith Haring, memiliki ide konsep menarik di Evoria 2024 yaitu tentang kejujuran dan kebebasan dalam berkarya tanpa perlu memikirkan tentang pendapat orang lain. Selamat buat para peserta yang masuk ke tahap inkubasi arts & design. Lo bakal dapat banyak insight dan jangkauan network yang sangat luas untuk bisa mengembangkan karir lo di industri arts & design . Buat peserta yang belum lolos ketahap inkubasi, jangan putus semangat dan tetap berkarya!

Tentang artikel ini
Artikel ini masuk kategori Art di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.
Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.
Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.


