
Ternyata Trend Fashion Cuma Muter Aja Setiap 20 Tahun
Juli 31, 2025 | views : 339
Pernah ga sih kalian lihat orang pakai celana low rise, jaket kulit, atau bahkan rok tutu dan mikir, “Loh, ini bukannya gaya zaman dulu ya?” Kalau iya, selamat! Kalian baru saja menyadari satu fakta menarik soal dunia fashion yang mana tren itu ternyata muter aja terus tiap beberapa dekade. Ga heran kalau lemari mama atau bahkan nenek kamu bisa jadi harta karun vintage sekarang.
Fashion emang selalu bergerak, tapi uniknya, banyak gaya yang ternyata bukan hal baru melainkan versi daur ulang dari tren yang pernah hits puluhan tahun lalu. Biasanya, siklusnya itu sekitar 20 tahunan. Jadi, apa yang dianggap jadul hari ini, bisa aja jadi keren lagi di masa depan.
Nah karena itu juga, brand-brand besar suka banget ngeluarin 90s themed di koleksi mereka. Bukan karena kehabisan ide, tapi karena emang secara alami, tren punya siklus yang kembali ke akar-akar lamanya. Makanya, jangan buru-buru buang baju lama siapa tahu 10 tahun lagi jadi incaran semua orang, kan?
Apa Itu Siklus 20 Tahun di Fashion?

Fenomena ini sering disebut “20-year rule” atau “fashion cycle” yaitu gagasan kalo tren akan kembali populer setiap 20 tahun sekali. Jadi, gaya yang pernah kita anggap kuno akan terlihat fresh dan keren lagi saat muncul di era sekarang.
Misalnya, tren Y2K yang sekarang lagi booming di mana-mana kaya kacamata kecil, glitter, sampai celana cargo itu dulunya hits banget di tahun 2000-an. Tapi sekarang, dengan sentuhan modern, gaya-gaya itu balik lagi dan dipakai sama Gen Z.
Kenapa Bisa Muter Terus?

Alasannya cukup simpel sih, nostalgia. Banyak orang suka kembali ke masa lalu karena merasa lebih comfort, familiar, atau sekadar seru-seruan. Brand fashion juga sadar betul kalau nostalgia itu bisa ‘dijual’, makanya mereka sering mengangkat tren lama tapi dikemas ulang.
Selain itu setiap generasi baru pasti punya momen ketika mereka ngeliat tren lama sebagai sesuatu yang fresh karena belum pernah ngerasain langsung sebelumnya. Jadilah tren lama itu tampil baru di mata mereka, padahal sih mereka yang udah lebih dulu ngelewatin tren nya tau kalo itu bekas gaya lama.
Contoh Gaya yang Muncul Lagi

Beberapa contoh yang paling kelihatan adalah gaya 70-an dengan flare jeans dan motif tie-dye, yang sempat booming lagi di era 90-an dan sekarang balik lagi. Gaya 90-an kayak tank top, sepatu chunky, sampai baju oversized juga sekarang hits banget di kalangan anak muda.
Begitu juga dengan tren dari awal 2000-an alias Y2K, kita lihat lagi crop top, warna-warna metalik, sampai aksesori butterfly dan glitter-glitteran. Semua itu pernah dipakai Britney Spears dan Paris Hilton dulu, tapi sekarang jadi gaya banyak seleb TikTok.
Nah terus kita harus terus ikutin tren ga sih? Ya ga juga! Justru, karena tren itu muter, kalian punya kebebasan lebih buat eksplorasi gaya kalian sendiri. Mau pakai gaya 80-an hari ini, atau tampil minimalis kayak 2010-an besok, semua sah-sah aja. Yang penting nyaman dan sesuai sama personality deh.
Bisa dibilang fashion itu ga ada yang benar-benar “baru” atau bisa disebut fashion “lama”karena nyatanya fashion cuma berevolusi, muter, dan datang lagi dalam bentuk yang mungkin sedikit beda. Tapi esensinya, ya tetap sama.
Jadi kalau kalian nemu baju lama di lemari mama, jangan buru-buru mikir itu jadul. Coba mix and match, tambahin sentuhan personal, jadi deh kalian bisa tampil stylish juga..
Jika kalian suka bahas topik musik, tempat hangout seru, lifestyle , dan segala hal yang nyambung banget sama vibe Gen Z dan millennial, langsung aja cek blog evoria.id untuk konten-konten yang asik dan relatable lainnya.

Tentang artikel ini
Artikel ini masuk kategori Fashion di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.
Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.
Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.


