facebook-img
Tau Gak Dulu Crop Top Justru Buat Cowok?

Tau Gak Dulu Crop Top Justru Buat Cowok?

Fashion

Agustus 29, 2025 | views : 262

Kalau sekarang crop top identik sama cewek, apalagi buat outfit summer atau festival, ternyata awalnya ga gitu, loh. Crop top udah ada dari lama banget, di beberapa budaya tradisional seperti India atau Timur Tengah, baju dengan potongan di bagian perut udah jadi hal biasa, cuma bentuk dan fungsinya aja yang beda. Misalnya, sari di India atau choli yang biasa dipakai perempuan menutupi bagian dada tapi membiarkan perut terbuka, dan itu normal banget di budaya mereka.

 

Baru di abad 20 ide crop top mulai masuk ke ranah fashion modern. Waktu itu, fashion mulai bereksperimen dengan potongan baju yang ga biasa, dan crop top dianggap praktis untuk aktivitas tertentu. Saat itu belum ada batasan gender yang ketat, jadi siapa pun bisa pakai crop top.

 

Menariknya di awal-awal kemunculan, crop top malah sering terlihat di pakaian olahraga laki-laki. Contohnya jersey American Football yang awalnya panjang dipotong pendek biar ga gampang ketarik lawan atau menghalangi gerakan. Jadi kalau kalian kira crop top itu “dari dulu buat cewek”, ternyata ga gitu ya.

 

Croptop di Era 70-80an
-

Masuk ke tahun 70-80an, crop top jadi bagian dari lifestyle para cowok, terutama yang aktif di dunia olahraga. Di gym banyak cowok motong kaos mereka biar lebih sejuk dan fleksibel geraknya karena saat itu shirtless di gym dilarang, makanya para cowok ini berupaya supaya tetap nyaman meskipun pakai baju. Selain itu, crop top bikin mereka bisa melihat langsung perkembangan otot di cermin, yang waktu itu jadi salah satu motivasi utama anak gym. 

 

Gaya crop top di gym ini lama-lama sampai juga ke luar kawasan gym. Anak-anak muda mulai anggap crop top sebagai style yang sporty. Ditambah dengan tren celana ketat, sneakers high-top, dan rambut gondrong di era itu, crop top makin punya kesan keren. Bahkan di beberapa universitas di Amerika, cowok main basket, football, atau jogging sambil pakai crop top udah jadi pemandangan biasa.

 

Pengaruh dari Dunia Musik
-

Selain olahraga, dunia musik juga punya peran besar bikin crop top meledak di kalangan cowok. Di era 70-80an, musisi terkenal kayak Freddie Mercury, Mick Jagger, atau Bruce Springsteen pernah tampil dengan crop top di panggung.

 

Begitu musisi populer mulai pakai, trend ini jadi cepat menyebar deh. Penggemar yang terinspirasi penampilan idolanya mulai ikutan pakai crop top. Bahkan para dancer juga mulai ikutan pakai crop top saking populernya crop top di kalangan cowok saat itu.

Terus kok Jadi Cewek Banget?
-

Masuk ke awal 2000an, image crop top mulai berubah total. Terutama saat cewek-cewek populer Hollywood saat itu seperti Britney Spears, Christina Aguilera, dan Paris Hilton, yang sering pake crop top dan membuat crop top populer di kalangan cewek secara global. Majalah dan tabloid mulai banyak nampilin crop top dengan visual versi seksi, dipadukan dengan low-rise jeans dan makeup bold.

 

Sementara itu, fashion cowok bergeser ke arah yang lebih longgar dan minimalis. Masyarakat juga sudah mulai bisa menerima cowok untuk tampil shirtless, makanya lama lama crop top mulai ditinggalkan dan jadi punya image baju buat cewek aja.

 

Comeback Crop Top Cowok
-

Beberapa tahun terakhir, fashion dunia mulai bergerak lagi ke arah genderless. Banyak desainer dan brand besar menampilkan koleksi tanpa label gender, termasuk crop top. Hal ini bikin cowok kembali pede pakai crop top.

 

Selebriti seperti Harry Styles, Lil Nas X, Bad Bunny, dan Timothée Chalamet sering banget terlihat pakai crop top, baik di red carpet maupun di panggung. Mereka menghidupkan kembali vibe crop top cowok ala 80an. Hal ini memicu banyak orang di media sosial ikut mencoba style ini.

 

Di TikTok dan Instagram, cowok pakai crop top mulai dianggap stylish dan edgy. Bahkan banyak influencer cowok yang sengaja bikin konten mix & match crop top untuk nunjukin kalau fashion itu ga kenal gender. Tren ini bikin crop top kembali ke setelan awal, yaitu pakaian yang bisa dipakai siapa aja.

 

Jika kalian suka bahas topik musik, tempat hangout seru, lifestyle, dan segala hal yang nyambung banget sama vibe Gen Z dan millennial, langsung aja cek blog evoria.id untuk konten-konten yang asik dan relatable lainnya.

 

Cek Berita Lainnya
hiasan-kanan-bawah

Tentang artikel ini

Artikel ini masuk kategori Fashion di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.

Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.

Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.

Banner

PERINGATAN:

KARENA MEROKOK, SAYA TERKENA KANGKER TENGOROKAN

LAYANAN BERHENTI MEROKOK (0800-177-6565)

Banner

Next on queue

I Need YouLightspace05:21
Kita Rayakan PerpisahannyaDiffa Chandra05:58
Di Balik RealitaSnapburn04:30
Pluviophile SongMichelle Limanjae03:29
Crystal VisionSandstrom of Youth03:32
Debar AsmaraKidunghara03:47
This Is UnfairnessElin Henreitha03:49
UlemanBasajan02:33
RinduDaniel Rumbekwan03:15
OutlierJoy Manifesto03:56
Ia Menuruni Bukit ItuBatu Besi Pasir04:11
Aku dan MusikJuzzer03:03
Asmara AdindaLyft04:35
Love ParadoxAlvin Wardiman04:50
Stay In LineJuicebox03:50
Is It Worth? (It Ain't)Salim Lubis03:40
Kisah SehariJelaga02:56
Cover art for I Need You

I Need You

Lightspace