facebook-img
Sejarah di Film Belum Tentu Sama Dengan Aslinya

Sejarah di Film Belum Tentu Sama Dengan Aslinya

Film

Agustus 31, 2025 | views : 254

Kalo ngomongin film sejarah di Indonesia, biasanya mungkin kalian langsung kepikiran film tentang perjuangan kemerdekaan, tokoh pahlawan, atau peristiwa besar yang pernah terjadi di negeri ini. Pokoknya yang namanya film sejarah itu identik banget sama hal-hal yang kita pelajari dari buku deh.

 

Tapi ternyata film sejarah ga selalu harus serius dan plek ketiplek sama buku sejarah, loh. Banyak juga film yang terinspirasi dari suasana, latar waktu, atau sekadar semangat perjuangan di masa lampau aja. Jadi film sejarah bisa juga jadi ajang bereksperimen buat para filmmaker untuk menggabungkan fakta dengan fiksi.

 

Kenapa Film Sejarah Itu Unik?
-

Salah satu alasan film sejarah punya vibes yang unik adalah karena mereka menghadirkan suasana masa lalu yang mungkin ga pernah kita rasain langsung. Dari pakaian, bahasa, sampai suasana kota di masa itu. Makanya terkadang jadi punya feel lagi jelajahi Indonesia era penjajahan dulu

 

Selain itu film sejarah biasanya punya nilai emosional yang kuat. Ada rasa bangga, sedih, bahkan marah, tergantung kisah yang diangkat jadi film. Perasaan deg degan saat lihat perjuangan orang Indonesia masa lalu ini yang buat film sejarah punya feel tersendiri saat ditonton.

 

Apakah Film Sejarah Harus 100% Nyata?
-

Pertanyaan ini sering muncul, kalo film sejarah ga sesuai dengan catatan sejarah, masih bisa disebut film sejarah ga ya? Jawabannya, bisa banget. Selama film itu mengangkat latar, suasana, atau semangat dari suatu periode sejarah, dia tetap bisa dikategorikan sebagai film sejarah meskipun dibumbui fiksi.

 

Filmmaker biasanya punya dua pilihan antara bikin film yang super akurat secara historis, atau bikin film dengan bumbu fiksi biar ceritanya lebih dramatis. Kadang, kalau semua detail harus sesuai fakta, cerita jadi terasa kaku. Nah, fiksi hadir untuk ngasih ruang kreativitas, biar filmnya tetap enak ditonton.

Film Sejarah Indonesia yang Ternyata Punya Plot Fiksi
-

Meskipun disebut “film sejarah”, nggak semuanya bener-bener murni ngikutin catatan sejarah. Ada juga yang masuk kategori historical fiction alias kisah fiksi yang dibangun di latar peristiwa sejarah. Jadi, tokoh, tempat, atau suasana yang dipakai mungkin nyata, tapi jalan cerita dan detailnya sering ditambahkan biar lebih dramatis.

 

  1. Soekarno (2013)

Film garapan Hanung Bramantyo ini mengisahkan perjalanan hidup Ir. Soekarno sejak muda hingga akhirnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Walaupun mengangkat tokoh nyata, banyak bagian film yang didramatisasi, termasuk dialog dan beberapa adegan percintaan. 

 

  1. Bumi Manusia (2019)

Diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, film ini berlatar masa kolonial Belanda awal abad ke-20. Tokoh utama seperti Minke dan Annelies adalah karakter fiksi, tapi mereka hidup di dalam setting sejarah nyata makanya dalam film juga diangkat soal diskriminasi rasial dan perbedaan kelas sosial. Jadi film ini bukan dokumentasi sejarah, melainkan drama fiksi yang kuat dengan latar sejarah Indonesia aja.

 

  1. Merah Putih (2009)

Film ini mengambil setting perjuangan melawan Belanda di era 1947 pasca kemerdekaan. Para tokohnya, seperti Amir, Marius, Tomas, dan Surono, adalah karakter fiksi, tapi mewakili keragaman bangsa yang berjuang bersama untuk kemerdekaan. Jadi, film ini lebih menekankan semangat persatuan dan patriotisme ketimbang menampilkan peristiwa nyata tertentu.

 

  1. Kartini (2017)

Film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo ini menggambarkan perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan pendidikan perempuan Jawa. Walaupun tokohnya nyata, film ini mengandung banyak interpretasi soal kehidupan pribadi Kartini yang ga semuanya tercatat di sejarah. Banyak detail ditambah biar dramanya lebih kuat dan film lebih seru untuk ditonton.

 

Sutradara terkenal Hanung Bramantyo pernah bilang “Film sejarah bukan dokumenter, tapi tafsir. Yang saya buat adalah interpretasi saya terhadap tokoh dan zamannya” jadi ga mengherankan jika film sejarah terdapat juga plot fiksi. Namun tetap tidak menghilangkan eksistensi dan karakter asli dari tokoh sejarahnya ya.

 

Nonton film sejarah Indonesia memang seru banget tapi kalo kalian nonton film sejarah dengan tujuan untuk belajar sejarah sebaiknya cari tau terlebih dahulu apakah film tersebut 100% pakai peristiwa asli yang tercatat dalam sejarah atau punya tambahan bumbu fiksi untuk melengkapi cerita.

 

Jika kalian suka bahas topik musik, tempat hangout seru, lifestyle, dan segala hal yang nyambung banget sama vibe Gen Z dan millennial, langsung aja cek blog evoria.id untuk konten-konten yang asik dan relatable lainnya.

Cek Berita Lainnya
hiasan-kanan-bawah

Tentang artikel ini

Artikel ini masuk kategori Film di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.

Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.

Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.

Banner

PERINGATAN:

KARENA MEROKOK, SAYA TERKENA KANGKER TENGOROKAN

LAYANAN BERHENTI MEROKOK (0800-177-6565)

Banner

Next on queue

I Need YouLightspace05:21
Kita Rayakan PerpisahannyaDiffa Chandra05:58
Di Balik RealitaSnapburn04:30
Pluviophile SongMichelle Limanjae03:29
Crystal VisionSandstrom of Youth03:32
Debar AsmaraKidunghara03:47
This Is UnfairnessElin Henreitha03:49
UlemanBasajan02:33
RinduDaniel Rumbekwan03:15
OutlierJoy Manifesto03:56
Ia Menuruni Bukit ItuBatu Besi Pasir04:11
Aku dan MusikJuzzer03:03
Asmara AdindaLyft04:35
Love ParadoxAlvin Wardiman04:50
Stay In LineJuicebox03:50
Is It Worth? (It Ain't)Salim Lubis03:40
Kisah SehariJelaga02:56
Cover art for I Need You

I Need You

Lightspace