facebook-img
Seberapa Keren The Odyssey? Sampai-Sampai Direkam Sepenuhnya dengan Kamera IMAX

Seberapa Keren The Odyssey? Sampai-Sampai Direkam Sepenuhnya dengan Kamera IMAX

Film

Oktober 27, 2026 | views : 21

Pernah nggak sih lo nonton film di IMAX dan ngerasa kayak benar-benar masuk ke dalam ceritanya? Layar besar, gambar detail, dan suara yang bikin setiap adegan terasa lebih hidup.

 

Nah, pengalaman ini bakal jadi bagian menarik dari The Odyssey, film karya Christopher Nolan yang mengadaptasi kisah epik Homer. Salah satu faktanya yang paling mencuri perhatian adalah film ini menjadi film pertama yang seluruhnya direkam menggunakan kamera IMAX.

 

Tapi, kenapa Nolan memilih format ini?


IMAX Bukan Cuma Soal Layar Besar

 

Selama ini, IMAX mungkin lebih dikenal karena ukuran layarnya yang besar. Padahal, format ini juga berkaitan dengan teknologi kamera dan cara gambar ditampilkan, sehingga filmmaker bisa menghadirkan visual yang lebih luas dan detail.

 

Buat The Odyssey, pilihan ini terasa cocok dengan ceritanya. Perjalanan Odysseus membawa penonton melewati lautan luas, lanskap alam, peperangan, dan dunia mitologi Yunani yang penuh kejutan.

 

Bayangin melihat kapal berlayar di tengah lautan dengan hamparan langit dan air yang memenuhi layar bioskop. Visual seperti ini punya potensi untuk terasa jauh lebih immersive ketika ditampilkan dalam format IMAX.


Ambisi Christopher Nolan di Balik Kamera IMAX

 

Penggunaan IMAX sebenarnya bukan hal baru bagi Christopher Nolan. Ia sudah menerapkan format ini dalam beberapa film sebelumnya, seperti The Dark Knight, Dunkirk, dan Oppenheimer.

 

Namun, The Odyssey mengambil langkah yang lebih jauh dengan merekam keseluruhan film menggunakan kamera IMAX. Nolan juga bekerja sama dengan IMAX untuk mengembangkan
teknologi kamera film generasi baru demi mendukung produksi berskala besar.

 

Jadi, keputusan ini bukan sekadar soal menggunakan kamera yang lebih besar, tetapi juga tentang bagaimana teknologi bisa membantu menghadirkan pengalaman sinematik yang sesuai dengan skala ceritanya.

 

Bukan Sekadar Film, Tapi Pengalaman Menonton

 

Kisah Odysseus sudah diceritakan selama ribuan tahun. Kini, Christopher Nolan mencoba membawanya ke layar lebar dengan pendekatan visual yang ambisius.

 

Dengan penggunaan kamera IMAX secara menyeluruh, The Odyssey menawarkan alasan tersendiri untuk dinantikan, terutama buat lo yang suka menikmati film lewat visual dan pengalaman bioskop.


Karena terkadang, ada cerita yang nggak cukup cuma ditonton. Tapi harus dirasakan sebesar mungkin.

Cek Berita Lainnya
hiasan-kanan-bawah

Tentang artikel ini

Artikel ini masuk kategori Film di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.

Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.

Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.

Banner

PERINGATAN:

KARENA MEROKOK, SAYA TERKENA KANGKER TENGOROKAN

LAYANAN BERHENTI MEROKOK (0800-177-6565)

Banner

Next on queue

I Need You – Lightspace05:21
Kita Rayakan Perpisahannya – Diffa Chandra05:58
Di Balik Realita – Snapburn04:30
Pluviophile Song – Michelle Limanjae03:29
Crystal Vision – Sandstrom of Youth03:32
Debar Asmara – Kidunghara03:47
This Is Unfairness – Elin Henreitha03:49
Uleman – Basajan02:33
Rindu – Daniel Rumbekwan03:15
Outlier – Joy Manifesto03:56
Ia Menuruni Bukit Itu – Batu Besi Pasir04:11
Aku dan Musik – Juzzer03:03
Asmara Adinda – Lyft04:35
Love Paradox – Alvin Wardiman04:50
Stay In Line – Juicebox03:50
Is It Worth? (It Ain't) – Salim Lubis03:40
Kisah Sehari – Jelaga02:56
Cover art for I Need You

I Need You

Lightspace