facebook-img
NFT Gak Serame Dulu, Terus Orang Koleksi Apa Sekarang?

NFT Gak Serame Dulu, Terus Orang Koleksi Apa Sekarang?

Film

April 30, 2025 | views : 658

NFT arts yang populer beberapa tahun lalu Sumber: www.nftculture.com & www.spiegel.de Inget gak masa-masa waktu NFT art tiba-tiba meledak? Timeline sosmed dipenuhi sama gambar karya seni digital yang bisa dibeli pakai kripto, orang-orang banyak yang mendadak jadi kolektor, dan seniman digital lokal maupun internasional pun mulai panen cuan. Semua orang ngomongin NFT seolah NFT tuh masa depan dunia seni. Bahkan yang nggak ngerti seni pun ikutan bikin akun di platform NFT karena ya, siapa sih yang gak tergiur jualan JPG puluhan juta bahkan miliaran? Tapi sekarang, suasananya beda banget. Karya NFT udah gak jadi hot topic kaya dulu lagi, dan banyak karya NFT yang dulu jadi wishlist sekarang malah udah dilupain netizen. Kira-kira kemana ya NFT Art yang dulu hype banget?

Awal Mula NFT Art Hype
-

Penny Slinger, Don’t Look At Me In That Tone of Voice. Sumber: www.artsy.net Sekitar tahun 2020 hingga 2021 orang-orang di internet banyak yang ngomongin soal NFT, masih inget ga kalian? NFT itu Non-Fungible Token. Dalam bahasa gampangnya, NFT adalah sertifikat digital yang menunjukkan kepemilikan atas suatu barang digital bisa berupa gambar, musik, video, atau bahkan item dalam game. Jadi misalnya ada 1 gambar di internet, semua orang bisa copy atau lihat gambar itu, tapi cuma ada 1 orang yang punya sertifikat resmi atas kepemilikan gambar yang dimaksud. Mirip-mirip juga kan sama beli lukisan beneran?

Koleksi Seni Sekarang

Trend seni digital makin berkembang, dan sekarang arahnya geser ke yang lebih fleksibel dan fun. Salah satunya adalah AI art. Meskipun AI art menuai pro-kontra tapi banyak yang pakai tools kaya Midjourney, DALL·E, sampai Canva AI buat bikin karya seni yang keren dan original. Beberapa bahkan ngegabungin skill desain sama AI biar hasilnya makin unik. Di sisi lain, video yang diedit di CapCut, Reels, atau TikTok juga jadi bentuk ekspresi seni baru yang dikoleksi bukan buat disimpen secara sungguhan, tapi buat dibagikan atau share bareng audiens. Sound yang relate, transisi yang mulus, dan vibe yang pas sekarang jadi “karya seni” versi Gen Z.

NFT Memudar, Tapi Gak Sepenuhnya Hilang

NFT emang udah gak serame 2021 dulu, tapi bukan berarti dunia NFT langsung sepi total. Masih ada komunitas aktif yang rutin koleksi, diskusi, bahkan jual-beli karya di platform kayak Foundation, Zora, dan OpenSea. Cuma bedanya, sekarang mereka gak sekadar beli karena hype, tapi karena emang ngerti value artistiknya atau fungsinya. Beberapa proyek NFT juga mulai “naik level” dari sekadar visual art jadi punya utility. Contohnya kayak akses ke event eksklusif, komunitas tertutup, bahkan jadi tiket konser atau produk digital. NFT juga makin dilirik di dunia fashion digital dan game di mana item yang kalian punya bisa dipakai langsung di metaverse atau dunia virtual. Jadi meskipun spotlight nya udah pindah ke AI art atau konten viral, NFT masih survive cuma bentuk dan fungsinya yang sekarang lebih relevan ke hal lain .

Menurut kalian apakah NFT arts masih worth it untuk di beli di tahun 2025? Atau kalian lebih prefer koleksi art tradisional yang ada “wujudnya” aja? Pilihan apapun yang kalian pilih, jangan lupa untuk tetap menghargai para seniman dengan mengapresiasi karya mereka ya! Jika kalian suka bahas topik musik, tempat hangout seru, lifestyle, dan segala hal yang nyambung banget sama vibe Gen Z dan millennial, langsung aja cek blog evoria.id untuk konten-konten yang asik dan relatable lainnya.

Cek Berita Lainnya
hiasan-kanan-bawah

Tentang artikel ini

Artikel ini masuk kategori Film di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.

Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.

Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.

Banner

PERINGATAN:

KARENA MEROKOK, SAYA TERKENA KANGKER TENGOROKAN

LAYANAN BERHENTI MEROKOK (0800-177-6565)

Banner

Next on queue

I Need YouLightspace05:21
Kita Rayakan PerpisahannyaDiffa Chandra05:58
Di Balik RealitaSnapburn04:30
Pluviophile SongMichelle Limanjae03:29
Crystal VisionSandstrom of Youth03:32
Debar AsmaraKidunghara03:47
This Is UnfairnessElin Henreitha03:49
UlemanBasajan02:33
RinduDaniel Rumbekwan03:15
OutlierJoy Manifesto03:56
Ia Menuruni Bukit ItuBatu Besi Pasir04:11
Aku dan MusikJuzzer03:03
Asmara AdindaLyft04:35
Love ParadoxAlvin Wardiman04:50
Stay In LineJuicebox03:50
Is It Worth? (It Ain't)Salim Lubis03:40
Kisah SehariJelaga02:56
Cover art for I Need You

I Need You

Lightspace