facebook-img
mpq Merilis Dignified Losers, Album tentang Kalah Tanpa Harus Takluk

mpq Merilis Dignified Losers, Album tentang Kalah Tanpa Harus Takluk

Musik

Oktober 29, 2026 | views : 2

Kalah bukan berarti semuanya selesai. Kadang, ada hal-hal kecil yang bikin kita tetap mau jalan, meski keadaan belum juga berpihak. Perasaan itulah yang coba ditangkap mpq lewat album penuh kedua mereka, Dignified Losers, yang resmi dirilis pada 23 Oktober 2026.

Unit alternatif asal Jakarta ini menghadirkan sembilan lagu yang membicarakan berbagai skenario kekalahan, mulai dari cinta, ketidakpastian, sampai duka. Alih-alih menjadikan kekalahan sebagai akhir dari segalanya, mpq justru melihatnya sebagai bagian dari hidup yang perlu dihadapi tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri.

Lewat Dignified Losers, Abram Dionisius (gitar), Alit Djarot (vokal), Daniel Hasudungan (gitar), Rakaputra (bass), dan Rakha Suryandaru (drum) menggambarkan bagaimana harapan kecil tentang kemenangan bisa menjadi alasan untuk terus melangkah, bahkan ketika perjalanan terasa seperti melewati gurun yang nggak ada ujungnya.

Belajar Kalah Tanpa Kehilangan Kendali

Buat mpq, menjadi Dignified Losers bukan berarti menyerah pada keadaan. Album ini justru bicara tentang usaha untuk tetap bertahan di tengah hari-hari buruk dan berbagai situasi yang nggak berjalan sesuai harapan.

“Menurut kami kayanya kita tuh harus tahu gimana caranya kalah tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri. Hal yang kami pelajari beberapa tahun belakangan adalah gimana buat kalah tapi ngga takluk sepenuhnya. Album ini tentang usaha-usaha buat ngga takluk ke bad days dan losing scenarios itu sendiri,” jelas mpq.

Gagasan tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan sembilan lagu di dalamnya. Ada cinta yang nggak selalu berakhir sesuai keinginan, ketidakpastian yang sulit dihindari, hingga duka yang harus dijalani. Semua itu hadir sebagai bagian dari pengalaman manusia yang nggak selalu bisa menang, tetapi tetap punya alasan untuk mencoba lagi.

Tiga Single Jadi Pengantar Album

Sebelum album ini dirilis, mpq lebih dulu melepas tiga single yang memperkenalkan nuansa Dignified Losers. “Not for Anyone Else” hadir pada Juli, disusul “Someplace Sometime Somehow” pada Agustus, dan “Goodbye Everest” yang menampilkan Nabila Hanina pada September 2026.

Menariknya, “Someplace Sometime Somehow” juga menemukan ruang lain di luar rilisan musik mereka. Lagu tersebut menjadi original soundtrack film Hasut garapan sutradara Ilya Sigma, yang dirilis pada 8 Oktober 2026.

Kolaborasi antara mpq dan dunia film sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, lagu “Musim Baru” digunakan dalam film pendek Autosave karya Imanuel Bolaman, yang tayang perdana di New York Asian Film Festival (NYAFF) 2026 pada Juli lalu. Kehadiran musik mpq di dua karya layar lebar ini memperlihatkan bagaimana lagu-lagu mereka juga bisa menemukan konteks dan makna baru lewat medium visual.

Kembali Berkolaborasi dengan Fahreza Aditya

Selain musik, identitas visual juga menjadi bagian dari perjalanan Dignified Losers. Untuk pengerjaan artwork album, mpq kembali menggandeng Fahreza Aditya, kolaborator visual yang sudah bekerja bersama mereka sejak awal perjalanan band.

Kolaborasi ini punya rekam jejak tersendiri. Artwork album debut mpq sebelumnya sempat masuk nominasi kategori Best Album Artwork di salah satu ajang penghargaan musik Indonesia pada 2019. Kembali bekerja bersama Fahreza menjadi kelanjutan dari hubungan kreatif yang sudah terbangun sejak era awal mpq.

Sembilan Lagu dalam Dignified Losers

Album penuh kedua mpq ini berisi sembilan lagu yang merangkum berbagai sisi dari tema kekalahan dan usaha untuk tetap bertahan. Berikut daftar lagunya:

  1. Not for Anyone Else

  2. Someplace Sometime Somehow

  3. East & West

  4. The Entourage

  5. Into Me

  6. Wheel of Fortune

  7. Goodbye Everest (feat. Nabila Hanina)

  8. Ode to Grief

  9. Miles and Miles

Lewat Dignified Losers, mpq nggak sedang menawarkan cerita tentang kemenangan besar atau akhir yang selalu bahagia. Album ini lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari: tetap berjalan meski sering menemui jalan buntu, mencari harapan di tengah ketidakpastian, dan belajar menerima bahwa kalah bukan berarti harus menyerah sepenuhnya.

Album Dignified Losers sudah dirilis pada 23 Oktober 2026. Lo bisa mendengarkan album penuh kedua mpq ini melalui tautan YouTube.

Cek Berita Lainnya
hiasan-kanan-bawah

Tentang artikel ini

Artikel ini masuk kategori Musik di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.

Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.

Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.

Banner

PERINGATAN:

KARENA MEROKOK, SAYA TERKENA KANGKER TENGOROKAN

LAYANAN BERHENTI MEROKOK (0800-177-6565)

Banner

Next on queue

I Need You – Lightspace05:21
Kita Rayakan Perpisahannya – Diffa Chandra05:58
Di Balik Realita – Snapburn04:30
Pluviophile Song – Michelle Limanjae03:29
Crystal Vision – Sandstrom of Youth03:32
Debar Asmara – Kidunghara03:47
This Is Unfairness – Elin Henreitha03:49
Uleman – Basajan02:33
Rindu – Daniel Rumbekwan03:15
Outlier – Joy Manifesto03:56
Ia Menuruni Bukit Itu – Batu Besi Pasir04:11
Aku dan Musik – Juzzer03:03
Asmara Adinda – Lyft04:35
Love Paradox – Alvin Wardiman04:50
Stay In Line – Juicebox03:50
Is It Worth? (It Ain't) – Salim Lubis03:40
Kisah Sehari – Jelaga02:56
Cover art for I Need You

I Need You

Lightspace