facebook-img
Kenapa Script Film Pakai Font yang Sama?

Kenapa Script Film Pakai Font yang Sama?

Film

Juni 01, 2026 | views : 61

Pernah lihat naskah film atau screenplay di internet? mungkin ada satu hal yang bikin penasaran. Kenapa tampilannya hampir selalu mirip ya? Bukan cuma formatnya, tapi juga font yang dipakai. Mau itu script film Hollywood, serial TV, atau naskah film, hurufnya sering kali terlihat sama.

Padahal kalau dipikir-pikir, sekarang ada ratusan bahkan ribuan font yang bisa dipilih. Tapi anehnya, industri film justru seperti sepakat memakai satu jenis font yang itu-itu aja. 

Ternyata jawabannya iya. Bahkan alasan penggunaan font yang sama ini bukan karena soal estetika atau biar terlihat keren, melainkan karena kebutuhan produksi film yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Namanya Courier, Font Andalan Dunia Film

Font yang paling sering digunakan dalam screenplay adalah Courier atau Courier New. Ciri khasnya cukup gampang dikenali karena semua huruf memiliki lebar yang sama.

 

Jadi huruf "i" yang kecil dan huruf "w" yang besar tetap memakan ruang yang sama di halaman. Kalau dibandingkan dengan font seperti Arial atau Times New Roman, tampilannya memang terlihat lebih jadul dan sedikit mirip hasil ketikan mesin tik.

 

Ada Hubungannya dengan Durasi Film

Nah, ini alasan yang paling menarik. Di industri film ada aturan tidak tertulis yang sudah digunakan sejak lama, yaitu satu halaman screenplay kira-kira sama dengan satu menit durasi film. Jadi kalau sebuah script punya 100 halaman, biasanya film tersebut diperkirakan berdurasi sekitar 100 menit.

 

Tentu hitungannya ga selalu pas. Ada adegan aksi yang bisa berlangsung lebih lama, ada juga dialog yang selesai lebih cepat. Tapi sebagai gambaran kasar, rumus ini cukup membantu banyak orang dalam proses produksi.

 

Karena Courier punya ukuran huruf yang konsisten, jumlah kata dan karakter dalam setiap halaman jadi lebih mudah diprediksi. Makanya perhitungan durasi film juga jadi lebih praktis.

Berawal dari Mesin Tik

Sebelum ada laptop dan software seperti sekarang, dulu nya para penulis film menggunakan mesin tik. Nah, kebanyakan mesin tik saat itu menghasilkan huruf dengan model yang sama seperti Courier.

 

Lama-kelamaan semua orang di industri film terbiasa membaca script dengan tampilan tersebut. Ketika komputer mulai digunakan, formatnya tetap dipertahankan karena sudah dianggap sebagai standar bersama.

 

Jadi bisa dibilang, Courier yang masih digunakan sampai sekarang adalah warisan dari era mesin tik.

 

Apakah Harus Selalu Pakai Courier?

Sebenarnya tidak ada polisi font yang akan datang kalau kalian menulis screenplay dengan font lain. Kalo cuma untuk latihan atau koleksi pribadi, ya bebas aja pakai font apapun. Tapi ketika script mulai dikirim ke kompetisi, rumah produksi, atau profesional industri, biasanya format standar tetap lebih disarankan.

 

Selain terlihat lebih profesional, format tersebut juga membuat pembaca lebih fokus pada cerita yang ditulis, bukan pada tampilan naskahnya.

 

Jadi, alasan kenapa script film hampir selalu memakai font yang sama ternyata bukan karena industri film kurang kreatif. Justru sebaliknya, mereka sengaja menyederhanakan tampilan supaya semua orang bisa fokus pada isi ceritanya.

 

Jika kalian suka bahas topik musik, tempat hangout seru, lifestyle, dan segala hal yang nyambung banget sama vibe Gen Z dan millennial, langsung aja cek blog evoria.id untuk konten-konten yang asik dan relatable lainnya.

 

Cek Berita Lainnya
hiasan-kanan-bawah

Tentang artikel ini

Artikel ini masuk kategori Film di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.

Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.

Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.

Banner

PERINGATAN:

KARENA MEROKOK, SAYA TERKENA KANGKER TENGOROKAN

LAYANAN BERHENTI MEROKOK (0800-177-6565)

Banner

Next on queue

I Need YouLightspace05:21
Kita Rayakan PerpisahannyaDiffa Chandra05:58
Di Balik RealitaSnapburn04:30
Pluviophile SongMichelle Limanjae03:29
Crystal VisionSandstrom of Youth03:32
Debar AsmaraKidunghara03:47
This Is UnfairnessElin Henreitha03:49
UlemanBasajan02:33
RinduDaniel Rumbekwan03:15
OutlierJoy Manifesto03:56
Ia Menuruni Bukit ItuBatu Besi Pasir04:11
Aku dan MusikJuzzer03:03
Asmara AdindaLyft04:35
Love ParadoxAlvin Wardiman04:50
Stay In LineJuicebox03:50
Is It Worth? (It Ain't)Salim Lubis03:40
Kisah SehariJelaga02:56
Cover art for I Need You

I Need You

Lightspace