
Kenalan dengan Top 3 Peserta Inkubasi Film Evoria 2024
Juni 21, 2024 | views : 565
Industri film Indonesia semakin mengukir banyak prestasi di ranah internasional. Terbukti dari banyaknya film Indonesia yang meraih penghargaan bergengsi dan diputar diajang film populer di luar negeri. Tentu banyaknya film-film keren yang terus bermunculan tidak lepas dari peran sutradara, produser, penulis skenario, dan tim produksi lainnya yang berhasil membawa cerita terasa nyata. Keberhasilan film Indonesia di dunia internasional inilah yang akhirnya menjadi salah satu faktor munculnya banyak sineas muda yang hadir dengan berbagai warna yang berbeda. Di Evoria 2024, hadirnya sub-culture fashion menjadi bukti bahwa Evoria juga ingin menjadi platform bagi para sineas muda untuk bisa melebarkan networking dan bertemu dengan para mentor keren di industri film. Akhirnya setelah antusias para sineas mudah, terpilihlah 3 peserta di sub-culture film yang berhasil masuk ke tahap inkubasi dan mendapatkan workshop serta dukungan untuk merealisasikan skrip mereka menjadi sebuah film. Kira-kira siapa sajakah peserta yang masuk ke top 3 inkubasi film? Yuk, langsung kenalan Evorian!
1. Regina Surbakti - Hysteria 5.0

Berawal dari suka fotografi serta sering mengikuti perlombaan sejak perkuliahan, menjadikan Regina masuk ke dalam dunia film. Ia terinspirasi dari sutradara wanita yang berhasil dalam karirnya, antara lain Gina S Noer, Kamila Andini dan masih banyak lagi. Tantangan terbesar yang ia rasakan saat produksi adalah saat tiba di lokasi salah satu crew dari mereka sakit. Saat itu menjadi momen paling tegang yang ia rasakan karena harus membagi tugas agar produksi berjalan dengan lancar. Karya yang di submit di Evoria Festival mengangkat fenomena yang terjadi di media sosial saat ini. Terutama tentang dinamika perempuan yang sedang menghadapi konflik. “Jangan takut untuk memulai, the personal is political. Your perspective matter!” - Regina Surbakti
2. Dena Isni Pasha - Enigma

Berawal dari suka menonton film, menjadikan Dena suka dengan dunia film. Suatu ketika ia berpikir “Jika bisa menonton, kenapa tidak bisa membuat?”. Akhirnya pelan-pelan ia mulai membuat film pendek dan merasakan hasil karyanya sendiri. Tantangan yang yang pernah dirasakan Dena saat harus memulai produksi di daerah yang lumayan rawan. Pada saat itu tanggung jawab yang dipegang sangat besar, mulai dari pengambilan gambar sekaligus ikut berperan sebagai fasilitator untuk warga lokal. Karyanya yang berjudul Enigma menceritakan tentang perempuan yang merelakan banyak hal dalam hidupnya demi merawat adiknya yang terobsesi menjadi super hero. “Mungkin ini akan jadi proses yang sangat panjang, jadi nikmati saja” - Dena Isni Pasha
3. A Faishol M.S - Malam Pengembus Nyawa

Menggabungkan imajinasi dan realita dalam film menjadi suatu kenikmatan tersendiri bagi Faishol. Stephen Chow, sosok yang di idolakan sejak kecil, telah menginspirasinya untuk mencintai dunia perfilman. Saat ini, manajemen konflik menjadi tantangan terbesar bagi Faishol, baik konflik dengan diri sendiri maupun dalam proses penceritaan dan kreatif. Bagi Faishol, kita seringkali berusaha untuk meninggalkan segala ketakutan. Namun, banyaknya pilihan justru membuat kita kesulitan dalam mengambil keputusan yang tepat. Mengimajinasikan, mengerjakan, dan merasakan proses kreatif adalah hal yang sangat menyenangkan baginya. Faishol benar-benar menikmati setiap proses dalam pembuatan film. Baginya terus maju dan jangan takut menjadi hal yang perlu dilakukan karena tidak ada yang menakutkan di dunia kreativitas. Buat peserta yang belum masuk top 3 inkubasi film nggak perlu sedih! Lo masih bisa mencoba banyak kesempatan lainnya di luar sana untuk bisa mengasah ilmu lo di dunia perfilman Indonesia. Buat top 3 peserta inkubasi, selamat! Sampai bertemu di inkubasi online bersama para mentor-mentor keren di industri film Indonesia.

Tentang artikel ini
Artikel ini masuk kategori Musik di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.
Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.
Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.


