
Kapan Kalian Tau Kalo Patung Romawi Kuno Kepala nya Bisa Copot Pasang?
November 24, 2025 | views : 139
Kalo lagi bahas soal patung zaman Romawi kuno, kebanyakan orang pasti langsung kepikiran patung marmer besar yang sering ada di museum. Tapi ternyata, di balik semua patung-patung itu, orang Romawi punya ide yang cukup anti mainstream untuk orang-orang di 2000 tahun lalu karena mereka malah kepikiran untuk buat patung yang kepala nya bisa dicopot-pasang dan diganti ganti.
Buat orang Romawi, patung itu bukan cuma karya seni buat dipajang. Patung adalah alat politik semacam media untuk kampanye di zaman dulu. Jadi, waktu mereka bikin patung kaisar atau tokoh penting, tujuannya bukan sekadar memperindah kota, tapi buat menunjukkan siapa yang lagi berkuasa, siapa yang dihormati, dan siapa yang harus diingat oleh rakyatnya.
Dan karena politik Romawi itu drama banget kaisar sering diganti atau diturunkan, maka para pemahat Romawi punya solusi praktis yaitu bikin patung dengan kepala yang bisa diganti. Jadi kalau pemimpin ganti, ga perlu bikin patung baru dari nol. Cukup lepas kepala lama, pasang kepala baru. Selesai. Efisien banget, kan?
Kok Bisa Sih Kepalanya Dilepas?
Beda sama patung modern yang biasanya dipahat langsung dari satu bongkahan batu, patung Romawi kuno punya sistem modular. Mereka bikin badan patung secara terpisah, lalu di bagian lehernya dibuat semacam slot atau dudukan khusus buat pasang kepala. Jadi kepalanya bisa dilepas tanpa merusak bagian badan.
Teknik ini juga butuh keahlian tinggi. Bayangin aja, batu marmer keras banget, tapi mereka bisa bikin sambungan yang pas dan kuat. Caranya adalah pada bagian leher dibuat dengan ukuran tertentu yang pas supaya bisa “klik” dengan badan. Kalau dipasang, hasilnya tetap kelihatan menyatu, bukan seperti mainan bongkar pasang.
Selain itu, mereka juga bisa bikin beberapa versi kepala misalnya satu versi dengan ekspresi tenang, satu lagi versi lebih heroik. Jadi bisa dibilang, seniman Romawi zaman itu udah paham konsep customization jauh sebelum dunia punya figur koleksi modern.
Kenapa Dibikin Copot-Pasang?
Alasannya simpel sih yaitu karena politik. Di era Romawi, pergantian pemimpin bisa terjadi kapan aja. Kadang karena pemilu, kadang karena kudeta, kadang karena sang kaisar ga selamat dari lawan politiknya. Jadi, kalau tiap kali ganti pemimpin harus bikin patung baru dari awal, itu buang waktu dan jadinya mahal banget.
Dengan sistem kepala copot-pasang ini, mereka cukup ganti bagian atasnya aja. Badan patungnya bisa dipakai ulang apalagi gaya berpakaian para kaisar zaman itu ga terlalu beda jauh. Alhasil dengan motode ini mereka bisa buat patung yang up-to-date tapi ga perlu buang waktu dan biaya banyak.
Contoh Patung
Togatus Statue – Ostia Antica

Emperor Hadrian – Caesarea Maritima

Antoninus Pius – Leptis Magna

Kenapa Hal ini Jadi Keren dan Menarik Banget?
Fakta bahwa orang Romawi udah bisa mikir sepraktis dan secerdas itu dari 2000 tahun lalu udah cukup bikin kita amaze sama mereka. Konsepnya yang mirip banget sama teknologi modern dikala mereka cuma ada peralatan yang seadanya bikin kalian semakin percaya dengan peradaban romawi zaman dulu kan?
Selain itu, teknik pahat mereka luar biasa presisi. Nyatuin dua bagian batu marmer biar keliatan seamless tanpa lem atau baut jelas bukan hal mudah. Butuh ketelitian, keahlian tinggi, dan perhitungan sempurna hal yang bahkan sekarang masih dikagumi oleh para seniman dan arkeolog.
Jadi bisa dibilang orang Romawi tuh udah punya mindset upgradeable art jauh sebelum konsep itu populer. Kalian sendiri paling suka dengan patung yang mana dari era romawi kuno?
Jika kalian suka bahas topik musik, tempat hangout seru, lifestyle, dan segala hal yang nyambung banget sama vibe Gen Z dan millennial, langsung aja cek blog evoria.id untuk konten-konten yang asik dan relatable lainnya.

Tentang artikel ini
Artikel ini masuk kategori Art di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.
Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.
Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.


