
Film Toy Story 5 Untuk Anak-anak Zaman Sekarang atau Untuk Gen Millenial ya?
Juli 08, 2026 | views : 46
Kalo misalnya ada urutan film animasi yang berhasil melewati banyak generasi sekaligus, Toy Story pasti masuk di urutan teratas sih. Bayangin aja, film pertamanya rilis tahun 1995, tapi sampai sekarang namanya masih sering muncul di media sosial, merchandise nya masih banyak yang jual, bahkan masih punya film baru yang ditunggu banyak orang.
Nah dengan rilisnya film Toy Story 5, muncul satu pertanyaan menarik.. sebenarnya film ini dibuat untuk anak-anak zaman sekarang atau justru untuk kalian yang tumbuh bersama Woody, Buzz, dan mainan lainnya ya?
Generasi ke Generasi
Salah satu alasan kenapa Toy Story bisa bertahan selama puluhan tahun adalah karena ceritanya selalu relevan. Mulanya film ini memang tentang mainan yang hidup ketika manusia tidak melihat. Tapi jika diperhatikan lebih jauh, setiap filmnya selalu membawa tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mulai dari persahabatan, perubahan, rasa kehilangan, sampai proses bertumbuh. Tema-tema seperti ini bisa dipahami oleh anak-anak maupun orang dewasa, hanya dengan sudut pandang yang berbeda.
Anak-anak mungkin melihat petualangan seru Woody dan Buzz. Sementara orang dewasa melihat cerita tentang perpisahan, perubahan hidup, dan nostalgia masa kecil.
Kenapa Anak-anak Zaman Sekarang Tetap Jadi Target?
Meskipun banyak penggemar lama yang sudah beranjak dewasa, Toy Story tetap merupakan franchise keluarga. Artinya, generasi baru tetap menjadi target utama yang ingin dijangkau oleh Disney selaku rumah yang meproduksi Toy Story.
Anak-anak saat ini mungkin tidak tumbuh bersama film pertama seperti generasi milenial atau Gen Z yang lebih tua. Namun mereka tetap bisa menikmati karakter-karakter ikoniknya, humor yang ringan, dan cerita petualangan yang mudah diikuti.
Bahkan menariknya, banyak anak mengenal Woody dan Buzz bukan dari film pertama, melainkan dari mainan, media sosial, video pendek, atau rekomendasi dari orang tua mereka.
Nostalgia Tetap Jadi Senjata Utamanya
Di sisi lain, sulit untuk memisahkan Toy Story 5 dari faktor nostalgia. Film ini adalah bagian dari masa kecil dimana para penonton tumbuh bersama karakter-karakternya, mengikuti perjalanan Andy, lalu melihat bagaimana semua berubah seiring waktu.
Nostalgia inilah yang membuat hype Toy Story terasa berbeda dibanding banyak franchise animasi lainnya.
Jadi Toy Story 5 Targetnya Siapa sih?
Jika harus memilih satu jawaban, mungkin justru tidak perlu memilih. Alias Toy Story 5 dibuat untuk anak-anak zaman sekarang yang baru mengenal Woody dan Buzz. Tapi di saat yang sama, film ini juga dibuat untuk kalian yang pernah tumbuh bersama mereka.
Anak-anak akan mendapatkan petualangan baru. Sementara kalian mendapatkan kesempatan untuk kembali mengunjungi bagian kecil dari masa kecil yang dulu pernah menemani hari-hari di masa lalu.
Dan mungkin itulah alasan kenapa Toy Story masih bertahan sampai sekarang. Bukan hanya karena karakternya yang ikonik, tetapi karena setiap generasi bisa menemukan alasan mereka sendiri untuk menyukainya.
Jika kalian suka bahas topik musik, tempat hangout seru, lifestyle, dan segala hal yang nyambung banget sama vibe Gen Z dan millennial, langsung aja cek blog evoria.id untuk konten-konten yang asik dan relatable lainnya.
Cek Berita Lainnya

Tentang artikel ini
Artikel ini masuk kategori Film di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.
Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.
Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.


