
Film Slice of Life yang Bikin Nangis: Kok Bisa Banyak yang Suka?
Februari 18, 2025 | views : 555
Poster Film "Perayaan Mati Rasa" dan "1 Kakak 7 Ponakan" Sumber: www.imdb.com Jika berbicara tentang film Indonesia, mungkin kalian akan mengira bahwa horror merupakan satu-satunya genre yang memiliki peminat tinggi bukan? Tetapi sadarkah kalian bahwa selain film Horror, ada satu jenis film lainnya yang selalu menarik perhatian masyarakat Indonesia. Film tersebut adalah film dengan genre slice of life yang biasa menceritakan tentang hubungan keluarga. Meskipun tidak memiliki peminat sebesar genre horror, namun akhir-akhir ini genre slice of life dengan unsur keluarga yang menguras air mata banyak menarik perhatian, lho. Beberapa film Indonesia dengan tema "slice of life" telah berhasil menarik perhatian penonton dan mendapatkan apresiasi positif. Misalnya, film "Cek Toko Sebelah" (2016) yang disutradarai oleh Ernest Prakasa berhasil meraih lebih dari 2,5 juta penonton. Menurut kalian kenapa film slice of life yang mengusung cerita realistis malah laku di Indonesia beberapa tahun terakhir? Belakangan ini dibandingkan romance dan action, memang film dengan plot yang realistis lebih diminati ya?
1. Film Slice of Life Lebih Relate dengan Sehari-hari

Film Slice of Life Lebih Relate dengan Sehari-hari: Scene Film "Cek Toko Sebelah" Sumber: www.andinadwifatma.com Film keluarga di Indonesia biasa menceritakan tentang hubungan sehari-hari antar keluarga, seperti cerita yang alurnya berkisah tentang hubungan antara orang tua dan anak, perjuangan hidup, pengorbanan dalam keluarga, dan relation lainnya yang sering kali relate sama orang Indonesia. Sutradara Boyhood dari trilogi Before, Richard Linklater sering berbicara tentang momen-momen kecil dalam kehidupan yang ternyata sangat berarti. Menurutnya, film slice of life terasa dekat dengan penonton karena menampilkan situasi yang nyata dan bisa dialami oleh siapa saja.
2. Menonton Slice of Life Bisa Melampiaskan Emosi

Menonton Slice of Life Bisa Melampiaskan Emosi: Scene Film "Home Sweet Loan" Sumber: www.imdb.com Di kehidupan sehari-hari banyak orang yang mengalami tekanan dari lingkungan di sekitarnya. Adanya tanggung jawab terkadang membuat orang-orang ini menjadi sulit untuk mengungkapkan emosi mereka. Dengan menonton film yang relate terhadap kehidupan yang mereka jalani, mereka bisa mengungkapkan emosi terpendam mereka tanpa canggung seolah sedang mendalami film yang ditonton. Efek ini bernama catharsis, yaitu ketika seseorang mengungkapkan emosi yang terpendam melalui sebuah tangisan sehingga membuat perasaan mereka lebih lega.
3. Potongan Scene Film Slice of Life Viral di Media Sosial

Potongan Scene Film Slice of Life Viral di Media Sosial: Scene Film "1 Kakak 7 Ponakan" Sumber: www.instagram.com/1kakak7ponakan Di era digital seperti sekarang, bukan hal yang aneh lagi jika viralitas menjadi faktor penentu dari keputusan seseorang. Viralnya suatu film di media sosial dapat menarik minat audiens lain untuk ikut menontonnya. Hal ini mungkin terjadi karena adanya fear of missing out yang membuat orang ingin cepat catch up dengan informasi yang sedang banyak dibicarakan. Meskipun rawan akan spoiler, namun konten-konten yang tersedia di platform seperti TikTok dan X cukup efektif untuk menarik perhatian, lho. Untuk mereka yang merasa relate dengan potongan scene yang diunggah di media sosial, pasti ingin segera menonton keseluruhan filmnya.
4. Slice of Life Lebih Menyentuh dari Film Lain

Slice of Life Lebih Menyentuh dari Film Lain: Scene Film "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" Sumber: www.imdb.com Orang Indonesia sering merasakan empati saat menonton hal-hal yang menyentuh hati karena budaya kekeluargaan yang kuat. Film keluarga seperti Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) dan Home Sweet Loan menjadi contoh film Indonesia yang sukses menarik perhatian karena mengambil tema yang banyak terjadi di dunia nyata. Faktor lain seperti dialog yang penuh makna, adegan yang relatable, dan soundtrack yang menambah suasana jadi haru juga buat audiens yang menonton lebih tersentuh dengan film nya, makanya banyak adegan film Indonesia atau soundtrack yang diingat meskipun film sudah lama selesai tayang.
5. Adanya Keterkaitan Film Slice of Life Dengan Kepercayaan Religi

Adanya Keterkaitan Film Slice of Life Dengan Kepercayaan Religi: Scene Film "Bila Ibu Telah Tiada" Sumber: Sumber: www.imdb.com Kepercayaan religi di Indonesia banyak memengaruhi kesukaan masyarakat terhadap film keluarga yang sedih. Nilai-nilai seperti pengorbanan, kasih sayang, dan ketabahan dalam menghadapi ujian hidup sering kali selaras dengan ajaran agama yang dianut. Oleh karena itu banyak juga penonton yang menjadikan film sebagai bahan bersyukur dengan apa yang mereka dapatkan, latar dan plot yang relate dengan kehidupan sehari-hari orang Indonesia membuat pesan moral yang disampaikan dalam film, tersampaikan dengan baik.
Rekomendasi Film Slice of Life Indonesia yang Wajib Ditonton
Bagi kalian yang ingin menonton film dengan genre slice of life, berikut adalah beberapa rekomendasi film dengan genre slice of life Indonesia. Perayaan Mati Rasa (2025) 1 Kakak 7 Ponakan (2025) Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020) Home Sweet Loan (2024) Cek Toko Sebelah (2016) Keluarga Cemara (2018) Bila Esok Ibu Tiada (2024) Miracle in Cell No.7 (2013) Gara-gara Warisan (2022) Ali & Ratu Ratu Queens (2021)
Film dengan genre slice of life memang sudah lama ada namun untuk di Indonesia sendiri baru beberapa tahun ini banyak digemari, di awal tahun ini bahkan sudah ada 2 film dengan genre sejenis seperti 1 Kakak 7 Ponakan dan Perayaan Mati rasa yang ramai dibicarakan. Meskipun memiliki banyak penonton, namun kalian juga pasti menyadari bahwa tidak semua orang menyukai slice of life dengan drama keluarga. Jadi bagaimana menurut kalian tentang film yang menguras air mata ini? Jika kalian suka bahas topik musik, tempat hangout seru, lifestyle, dan segala hal yang nyambung banget sama vibe Gen Z dan millennial, langsung aja cek blog evoria.id untuk konten-konten yang asik dan relatable lainnya.

Tentang artikel ini
Artikel ini masuk kategori Musik di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.
Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.
Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.


