facebook-img
Film Indonesia “Gentle Hands” Terpilih Untuk Program Focus Script Cannes

Film Indonesia “Gentle Hands” Terpilih Untuk Program Focus Script Cannes

Film

Mei 05, 2026 | views : 81

Buat kalian yang suka sama film dan tertarik sama industrinya pasti udah ga asing lagi sama Cannes Film Festival yang tiap tahun diadakan pada bulan Mei di Cannes, Prancis. Festival film bergengsi ini sejak 1946, festival ini jadi ajang internasional yang menayangkan film-film baru, dokumenter, dan lainnya. 

 

Diantara seluruh rangkaian Cannes Film Festival, ada sebuah segmen yang menarik banget khusus nya bagi para filmmaker, yaitu Focus Script. Untuk yang belum familiar, Cannes Focus Script adalah istilah tidak resmi untuk menyebut program atau tahap di Festival de Cannes yang berfokus pada pengembangan naskah film (script), bukan pemutaran film jadi.

 

Jadi kalau sebuah project “terpilih focus script”, artinya ceritanya masih dalam bentuk naskah tapi dinilai punya potensi besar, lalu pembuatnya diberi kesempatan ikut workshop, mentoring, atau pitching seringnya dalam konteks industri seperti Marché du Film.

 

Kabar baik datang dari industri film Indonesia karena “Gentle Hands” terpilih sebagai salah satu film untuk Cannes Focus Script.  “Gentle Hands” sendiri merupakan project film pendek dari Tangerang, Indonesia, yang diproduksi oleh @pawsnbonesfilms dan merupakan hasil karya penulis Garry Christian.

 

Bukan cuma jadi film Indonesia satu-satunya, bahkan Gentle Hands juga jadi film Asia satu satunya yang terpilih untuk Focus Script tahun ini loh. Kalo dilihat dari sejarahnya, ini juga pertama kalinya film dari Asia Tenggara terpilih untuk Cannes Focus Script.

 

-

Selain Gentle Hands ada juga 6 film lainnya yang terpilih untuk Cannes Focus Script seperti Bateau du départ (Departure Boat) dari 3 negara yaitu Prancis, Kolombia, Benin, ada juga Ceux qui dérangent (Those Who Disturb) dari Prancis, Le dernier affût (The Last Hide) dari Swiss, Ladainha (The Sea Remains) dari Brazil, Pussy Street dari Belgia, dan Serveis municipals (Municipal Services) dari Spanyol.

 

Wah jadi penasaran ya gimana tim Gentle Hands akan eksekusi film ini setelah dipandu langsung oleh para panelis dari Cannes. Semoga hasil akhir nya nanti bisa mengharumkan nama Indonesia d Industri perfilman dunia ya.

 

Jika kalian suka bahas topik musik, tempat hangout seru, lifestyle, dan segala hal yang nyambung banget sama vibe Gen Z dan millennial, langsung aja cek blog evoria.id untuk konten-konten yang asik dan relatable lainnya.

 

Cek Berita Lainnya
hiasan-kanan-bawah

Tentang artikel ini

Artikel ini masuk kategori Film di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.

Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.

Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.

Banner

PERINGATAN:

KARENA MEROKOK, SAYA TERKENA KANGKER TENGOROKAN

LAYANAN BERHENTI MEROKOK (0800-177-6565)

Banner

Next on queue

I Need You – Lightspace05:21
Kita Rayakan Perpisahannya – Diffa Chandra05:58
Di Balik Realita – Snapburn04:30
Pluviophile Song – Michelle Limanjae03:29
Crystal Vision – Sandstrom of Youth03:32
Debar Asmara – Kidunghara03:47
This Is Unfairness – Elin Henreitha03:49
Uleman – Basajan02:33
Rindu – Daniel Rumbekwan03:15
Outlier – Joy Manifesto03:56
Ia Menuruni Bukit Itu – Batu Besi Pasir04:11
Aku dan Musik – Juzzer03:03
Asmara Adinda – Lyft04:35
Love Paradox – Alvin Wardiman04:50
Stay In Line – Juicebox03:50
Is It Worth? (It Ain't) – Salim Lubis03:40
Kisah Sehari – Jelaga02:56
Cover art for I Need You

I Need You

Lightspace