facebook-img
Dely Winstead Ajak Lo Masuk ke Dunia Imajinasi Tengah Malam Lewat Midnight Fiction

Dely Winstead Ajak Lo Masuk ke Dunia Imajinasi Tengah Malam Lewat Midnight Fiction

Musik

Oktober 20, 2026 | views : 0

Pernah nggak sih, pas tengah malam, pikiran lo malah ke mana-mana? Dari mengingat kejadian yang udah lewat, membayangkan hal-hal yang belum terjadi, sampai tiba-tiba menemukan ide yang nggak kepikiran sebelumnya. Momen seperti itu jadi gambaran yang menarik buat memahami Midnight Fiction, album studio keempat dari musisi multi-instrumentalis Dely Winstead.

Berisi sebelas lagu, Midnight Fiction bukan sekadar kumpulan komposisi yang disatukan dalam satu album. Dely merangkainya seperti perjalanan cerita yang memberi ruang buat pendengar membangun interpretasi masing-masing. Sesuai judulnya, album ini menangkap suasana ketika pikiran, imajinasi, dan pengalaman terasa lebih hidup saat malam tiba.

Sebelas Lagu, Banyak Warna Musik

Album ini dibuka lewat “Different”, sebuah single instrumental yang lebih dulu memperkenalkan arah musikal Midnight Fiction. Dari sana, Dely melanjutkan perjalanan lewat “Invent” dan “Sun” yang membawa nuansa berbeda sebelum masuk ke “Touch” dan “Circles”.

Memasuki paruh kedua, “Fall Like Rain” dan “Sinewave” menawarkan dinamika lain, disusul “Hope” dan “Caroline” yang terasa lebih reflektif. Perjalanan kemudian ditutup lewat “Whiplash” dan “IYKYK (If You Know You Know)”, dua lagu yang membawa energi hingga bagian akhir album.

Urutan ini bikin Midnight Fiction terasa seperti perjalanan dengan berbagai suasana, bukan cuma sebelas lagu yang berdiri sendiri. Setiap komposisi punya ruang untuk berkembang, sementara pendengar bebas menemukan cerita yang terasa paling dekat dengan pengalaman mereka.

Gitar Jadi Ciri Khas, Eksplorasi Makin Luas

Kalau mengikuti perjalanan Dely dari album debut Genessa, lalu Delyntervals dan Six Ways from Sunday, eksplorasi musik memang jadi bagian penting dari karyanya.

Lewat Midnight Fiction, Dely kembali meramu berbagai warna musik, mulai dari modern metal, progressive rock, alternative rock, hingga ambient. Semuanya berpadu dengan permainan gitar yang menjadi salah satu ciri khasnya dan pendekatan penulisan lagu yang terus berkembang.

Menariknya, Dely nggak membatasi album ini pada satu pesan atau cerita tertentu. Alih-alih menjelaskan semuanya secara gamblang, ia membiarkan komposisi musiknya membuka ruang interpretasi. Pendengar bisa menangkap emosi yang berbeda, bahkan mungkin menemukan makna baru setiap kali memutarnya.

Dikerjakan Sendiri, dari Penulisan sampai Produksi

Midnight Fiction juga memperlihatkan besarnya peran Dely dalam proses kreatif album ini. Mulai dari penulisan lagu, produksi, rekaman, mixing, hingga mastering, semuanya dikerjakan oleh Dely sendiri di Funboyradio Records. Album ini dirilis melalui Fun Boy Radio Records, dengan artwork garapan Rhoald Marcellius.

Hasilnya adalah dokumentasi terbaru dari perjalanan Dely sebagai musisi independen yang terus mengembangkan identitas musikalnya tanpa terpaku pada satu pendekatan.

Buat lo yang suka musik dengan permainan gitar yang eksploratif, perpaduan progressive rock dan modern metal, atau komposisi yang bisa dinikmati sambil membangun imajinasi sendiri, Midnight Fiction bisa masuk ke daftar dengar berikutnya.

Album ini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, Deezer, dan TIDAL. Lo juga bisa mendengarkannya lewat tautan resmi Midnight Fiction.

Siapa tahu, dari sebelas lagu ini, lo menemukan satu komposisi yang pas banget menemani pikiran-pikiran liar saat tengah malam.

Cek Berita Lainnya
hiasan-kanan-bawah

Tentang artikel ini

Artikel ini masuk kategori Musik di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.

Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.

Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.

Banner

PERINGATAN:

KARENA MEROKOK, SAYA TERKENA KANGKER TENGOROKAN

LAYANAN BERHENTI MEROKOK (0800-177-6565)

Banner

Next on queue

I Need You – Lightspace05:21
Kita Rayakan Perpisahannya – Diffa Chandra05:58
Di Balik Realita – Snapburn04:30
Pluviophile Song – Michelle Limanjae03:29
Crystal Vision – Sandstrom of Youth03:32
Debar Asmara – Kidunghara03:47
This Is Unfairness – Elin Henreitha03:49
Uleman – Basajan02:33
Rindu – Daniel Rumbekwan03:15
Outlier – Joy Manifesto03:56
Ia Menuruni Bukit Itu – Batu Besi Pasir04:11
Aku dan Musik – Juzzer03:03
Asmara Adinda – Lyft04:35
Love Paradox – Alvin Wardiman04:50
Stay In Line – Juicebox03:50
Is It Worth? (It Ain't) – Salim Lubis03:40
Kisah Sehari – Jelaga02:56
Cover art for I Need You

I Need You

Lightspace