
Basajan Gandeng Viki Vikranta Bongkar Bunyi Priangan Psychedelic Groove di “Budak Leutik Bisa Ngapung”
Agustus 20, 2026 | views : 128
Kalau biasanya musik Sunda identik dengan bunyi-bunyi tradisional yang sudah familiar, Basajan punya cara sendiri buat membawanya ke tempat yang berbeda. Kuartet instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung ini kembali dengan single terbaru, “Budak Leutik Bisa Ngapung”. Kali ini, Basajan menggandeng Viki Vikranta dari Kelompok Penerbang Roket sebagai produser dalam program Jadiin Evoloudroom 2026 by Diplomat EVO.
Kolaborasi ini jadi pengalaman baru buat Basajan. Untuk pertama kalinya, mereka memasukkan elemen suling lewat permainan Hilmi Ridha Mahardika. Ini juga menjadi kali pertama karya Basajan dikerjakan bersama produser dari luar proyek mereka.
Di tangan Viki, bunyi Basajan yang selama ini dikenal lewat identitas Priangan Psychedelic Groove kembali dibongkar. Elemen Sunda dipertemukan dengan psychedelic, groove, dan berbagai tekstur instrumental yang lebih eksperimental. Proses rekamannya sendiri berlangsung di Studio Dexter dan PLP. Dari sesi workshop bersama Viki, Basajan menemukan pendekatan baru dalam membangun groove mereka.
“Setelah workshop dengan bang Viki, groove yang sebelumnya terasa ‘basi’, jadi terasa lebih hidup bahkan keseluruhan musiknya terasa lebih dinamis,” ungkap Dandy Rizkiawan, drummer Basajan.
Bukan cuma soal musik, “Budak Leutik Bisa Ngapung” juga punya cerita yang cukup dekat dengan tradisi Sunda. Judulnya terinspirasi dari Pupuh Kinanti yang menggambarkan sosok kelelawar. Basajan kemudian membawa gagasan tersebut ke makna yang lebih personal. Bagi mereka, “ngapung” bukan cuma soal terbang, tapi juga keberanian untuk menunjukkan diri, mengambil ruang, dan bersinar meski masih berada di tahap awal.
Seperti anak kecil yang belum besar tapi sudah berani terbang, ada kalanya kita memang nggak perlu menunggu jadi hebat dulu untuk mulai menunjukkan apa yang kita punya. Semangat tersebut juga muncul dalam artwork single yang dibuat oleh Donatian Argil Saga Patria (Gege Saga). Di sana, sosok Maung Priangan membawa bendera menjadi gambaran tentang keberanian, daya hidup, identitas, sekaligus semangat yang dibawa Basajan.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari Jadiin Evoloudroom 2026 by Diplomat EVO, yang nggak cuma mempertemukan musisi dengan produser, tapi juga mendokumentasikan proses kreatif di balik lahirnya sebuah karya. Proses rekaman “Budak Leutik Bisa Ngapung” turut direkam secara audio-visual dan akan dipublikasikan secara berkala melalui kanal YouTube Evoria.
Setelah sebelumnya memperkenalkan identitas mereka lewat album Béwara, Basajan kembali menunjukkan kalau tradisi Sunda nggak harus berhenti di bentuk yang itu-itu saja. Buat mereka, tradisi justru bisa menjadi titik awal untuk bereksperimen dan menemukan bunyi baru.
Penasaran seperti apa hasil kolaborasi Basajan dan Viki Vikranta? Dengerin “Budak Leutik Bisa Ngapung” di berbagai platform musik digital mulai 19 Agustus 2026. Nggak cuma itu, kamu juga bisa intip proses kreatif mereka dari awal sampai rekaman lewat video dokumenter Jadiin Evoloudroom 2026 by Diplomat EVO di YouTube Evoria.
Cek Berita Lainnya
Tentang artikel ini
Artikel ini masuk kategori Musik di EVO Up To Date, kanal berita dan cerita Evoria seputar musik, film, seni, desain, fashion, dan gaya hidup anak muda Indonesia.
Kami menulis soal rilisan baru, tren yang lagi ramai, dan hal-hal yang sering terlewat dari obrolan sehari-hari — dari kenapa sebuah lagu bisa terus terngiang sampai apa yang terjadi di balik layar sebuah karya. Tidak semuanya berat, dan memang tidak dimaksudkan begitu.
Setiap artikel yang lo baca di Evoria menambah poin yang bisa ditukar dengan merchandise dan hadiah lain. Telusuri artikel lain di kategori yang sama, atau lihat seluruh kabar terbaru di halaman EVO Up To Date.


